Di sebuah rumah sederhana,ada seorang gadis bernama sezza Mesty Dwi p,tumbuh tanpa pernah mengenal sosok ayahnya. Ayahnya pergi meninggalkan mereka saat sezza masih bayi, meninggalkan ibunya untuk berjuang sendirian membesarkannya.
Sezza tumbuh dengan cerita-cerita tentang ayahnya yang hanya terukir samar dalam ingatan ibunya. Kisah tentang seorang pria yang penuh semangat, pekerja keras, tapi juga seorang yang mudah tergoda dan tak bertanggung jawab.
Ibunya selalu berusaha untuk menutupi luka di hatinya, mencoba untuk menanamkan rasa optimisme dan kasih sayang kepada sezza. Namun, bayangan sosok ayah yang tak pernah hadir selalu menghantui sezza.
Di sekolah, teman-temannya sering bertanya tentang ayahnya. Sezza hanya bisa tersenyum getir dan menjawab dengan singkat, "Ayahku sudah pergi." Tatapan heran dan iba dari teman-temannya semakin membuat sezza merasa berbeda.
Saat teman-temannya bercerita tentang liburan bersama ayah mereka, sezza hanya bisa terdiam. Ia membayangkan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah yang bisa diajak bermain, bercerita, dan berbagi.
Sezza seringkali bertanya-tanya, bagaimana rupa ayahnya? Apakah dia mirip dengannya? Apakah dia akan mencintainya? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, menjadi beban yang tak tertahankan.
Suatu hari, sezza menemukan sebuah foto lama di lemari ibunya. Foto itu memperlihatkan seorang pria muda dengan senyum yang hangat. Ibunya bercerita bahwa itu adalah foto ayahnya.sezza menatap foto itu dengan saksama, mencoba untuk menemukan jejak dirinya di wajah pria itu.
Sejak saat itu, sezza mulai mencari tahu tentang ayahnya. Ia menelusuri jejak masa lalu ayahnya, mencoba untuk memahami alasan kepergiannya. Ia bertemu dengan beberapa orang yang pernah mengenal ayahnya, mendengarkan cerita-cerita tentang masa lalunya.
Perjalanan pencarian itu membawa sezza pada sebuah kenyataan pahit. Ayahnya bukanlah pria yang sempurna seperti yang diceritakan ibunya. Ia memiliki kelemahan dan kesalahan yang membuatnya tak mampu menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab.
Namun, di balik semua itu, sezza juga menemukan sisi baik dari ayahnya. Ia menemukan bukti bahwa ayahnya pernah mencintai ibunya dan dirinya. Ia menemukan bahwa ayahnya bukanlah monster yang mengerikan seperti yang dibayangkannya selama ini.
Meskipun tak pernah bertemu, sezza akhirnya bisa memahami sosok ayahnya. Ia belajar untuk menerima kenyataan bahwa hidup tanpa sosok ayah bukanlah akhir dari segalanya. Ia belajar untuk menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri, untuk membangun masa depan yang cerah tanpa harus bergantung pada sosok yang tak pernah ada.
Kisah hidup sezza adalah bukti bahwa cinta dan kasih sayang tidak selalu datang dari sosok yang sempurna. Ia adalah cerminan dari kekuatan seorang anak perempuan yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah ketidaksempurnaan. Ia adalah bukti bahwa hidup tanpa sosok ayah bukan berarti hidup tanpa cinta.